Amayya Tower Memiliki 3 Tower Apartemen, Bukan Sekedar Hunian Tapi Menjadikan Sebuah Landmark

“Pembelian dapat dilakukan dengan Cash Bertahap 100 kali ansuran tanpa BI Cheking, Tanpa Survey, Tanpa Slip Gaji, Pokoknya Tanpa Bla..Bla.. Bla…”.

DNews, Batam – Amayya Tower adalah kawasan dengan konsep mix used yang dibangun di jalan protokol Bengkong – Batu Ampar – Nagoya, Batam, memiliki lokasi yang sangat strategis berdekatan dengan Kawasan Industri Batu Ampar, Pelabuhan Harbour Bay, Pelabuhan Batu Ampar, dan Kawasan Komersial Nagoya.

Amayya Tower memiliki 3 Tower Apartemen, 1 Tower Hotel, 9 Lantai parkir , 5 lantai mall dan Fasilitas Umum lainnya yang akan segera di launching dalam waktu dekat. Amayya Tower memiliki Fasilitas Kolam Renang, Area Komersial, Ballroom, Ruang Meeting, Cinema, Sky Park, dan banyak fasilitas lainnya menjadikan memiliki Amaya Tower tidak hanya sebagai hunian, tapi menjadi sebuah Landmark.

Namun menimbang berbagai macam kondisi calon konsumen, seringkali konsumen mengalami kendala internal dalam memiliki unit apartemen melalui skema KPA ( Kredit Pemilikan Apartemen) di Bank. Oleh karena itu, PT. Liko Hanif sebagai pengembang melalui PT. Kinarya Rekayasa sebagai pemasaran, memberikan solusi bagi konsumen yang ingin memiliki apartemen Amayya Tower dengan Promo Cash Bertahap 100x tanpa bla bla bla.

Rohmat Sugito, Direktur Marketing PT. Kinarya Rekayasa, pemasar Amayya Tower mengatakan,” Melalui promo “ Cash bertahap 100x tanpa bla bla bla”, kami mempermudah calon konsumen dalam melakukan pembelian.

Tanpa proses BI checking, survey gaji, hingga survei tempat kerja dan semua hal yang membuat calon konsumen merasa ribet dan tidak nyaman, sehingga konsumen bisa mengatur cashflownya dengan baik. “Promo “Cash bertahap 100x tanpa bla bla bla” hanya untuk unit terbatas pada masa pre launching, oleh karena itu kami berharap kepada masyarakat Batam yang ingin memiliki Apartemen di Amayya Tower segera menghubungi Agen Property untuk mendapatkan promo ini”, tegas Rohmat Sugito.

Dalam promo ini, konsumen hanya dibebani biaya modal sangat ringan, hanya sekitar 5% per tahun, sehingga diharapkan konsumen dari berbagai kalangan dapat menjangkaunya. (Ramadan)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *