RDP Komisi III DPRD Kota BatamTerkait Robohnya Pagar Dinding Pembatas Proyek Pollux Habibi

“Jika tidak ada kesepekatan keduabelah pihak, maka komisi III DPRD akan memanggil kembali managamen hingga menyetop sementara pekerjaan”

DNews, Batam – Rapat Dengar Pendapat (RDP) komisi III DPRD kota Batam pasca robohnya pagar pembatas proyek Mega Superblock Pollux Habibi. Penyampaian aspirasi dan tuntutan warga perumahan Citra Batam kepada management Pollux Habibi akan secepatnya dapat dilakukan. Ketua komisi III DPRD kota Batam Werton Panggabean menyampaikan terkait tentang tuntutan masyarakat perumahan Citra Batam kelurahan Teluk Tering, kecamatan Batam Kota pada hari Senin (10/2/2020) bertempat ruang komisi III.

“Jelasnya bahwa management Pollux Habibi harus bertanggung jawab sepenuhnya atas kejadian robohnya dinding pembatas proyek Mega Superblock Pollux Habibi kepada masyarakat perumahan Citra Batam. Baik itu berupa kerugian moril dan materil terkait insiden tersebut”. Jelas Werton.

Komisi III DPRD kota Batam mengharapkan kepada management Pollux Habibi untuk segera membentuk tim investigator guna mendata kerugian terhadap masyarakat perumahan Citra Batam yang terdampak akibat robohnya pagar pembatas proyek Mega Superblock Pollux Habibi.

Dan untuk penyelesaianya nanti Werton Panggabean berharap mengambil kesepakatan bersama tanpa ada yang dirugikan dari pihak manapun.

Dari kesepakatan kedua belah pihak antara warga perumahan Citra Batam dengan management Pollux Habibi dalam waktu 10 hari kedepan persoalan tersebut sudah dapat terselesaikan dengan baik, ungkap Werton Panggabean ditempat yang sama.

Senada dengan hal tersebut diatas apa bila tidak ada penyelesaian, antara kedua belah pihak, komisi III DPRD kota Batam akan memanggil kembali management Pollux Habibi sampai dengan melakukan penyetopan aktivitas pekerjaan sementara. (Ramadan)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *