Empat Nama Calon Gubernur Kepri Semakin Menguat, Semuanya Memiliki Peluang Yang Sama Menjadi Pemenang

DNews, Batam – Mendekati batas waktu pendaftaran calon Gubernur provinsi Kepulauan Riau, nama – nama calon yang akan maju di pemilihan gubernur tahun 2020 sudah mulai bermunculan. Empat nama yang sentral diisukan maju adalah Soerya Respationo, Isdianto, Huzrin Hood dan Ismeth Abdulah dan masing – masing semakin menguat mendapat dukungan dari masyarakat. Empat nama yang disebutkan adalah tokoh – tokoh yang tidak asing bagi masyarakat Kepri, dan tentunya sudah mencetak berbagai prestasi dalam membangun Provinsi Kepulauan Riau.

Para pengamat politik menilai ke empat calon gubernur tersebut berpeluang besar masuk pada pencalonan gubernur provinsi Kelpulauan Riau, dan salah satu diantaranya akan melenggang duduk di kursi Kepri Satu. Namun dalam peta politik apapun dapat terjadi, semua calon memiliki peluang yang sama untuk menjadi pemenang, bahkan calon yang dianggap lemah sekalipun bisa saja menjadi pemenang. Kemudian pasangan calon juga menjadi penentu kemenangan, salah dalam memilih pasangan bisa saja menurunkan Eletabilitas si calon tersebut. Semua nama – nama calon tersebut juga memiliki kekurangan, namun masyarakat tentunya sudah mulai cerdas sehingga pemilihan gubernur adalah memilih pemimpin terbaik dari beberapa yang baik.

Ir. Juanda politikus Kepri mengatakan bahwa Soerya Respationo dipastikan maju dari PDIP dan di isukan berpasangan dengan Apri setelah Isdianto digadang – gadangkan maju calon gubernur. Sementara Isdianto yang menjabat Plt sekarang belum melihatkan apa kendaraan yang akan digunakan, dan hanya menggaungkan pasangannya Merlin dari Nasdem. Bahkan dalam sambutannya pada acara Rakerda PDIP Kepri mengatakan beliau masih memegang KTA PDIP. Ismeth Abdulah yang dipastikan tidak jadi maju sebagai calon independent diprediksi maju dari PKS atau Golkar. Untuk wakil Ismeth seperti yang di gaung – gaungkan akan berpasangan dengan Irwan Nasir, Begitu juga dengan Huzrin Hood diperkirakan akan maju dari Golkar atau partai Demokrat dan ini juga akan menjadi kuda Hitam karena diisukan akan berpasangan dengan Rini anak Almarhun Ayah Sani.

Ir. Juanda mengatakan Pilkada Kepri ibarat memperebutkan Keris Empu Gandring, ditegaskan Juanda “Ibarat ya, jangan terlalu serius menanggapinya”, sambil tersenyum. Bagaimana tidak, jika kita mengamati perjalanan para pemimpin di Kepri sangat mirip dengan sejarah Keris Empu Gandring, semoga Pilkada 2020 ini dapat mencabut kutukan sehingga pemimpin Kepri masa mendatang terhindar dari musibah seperti sebelum – sebelumnya tutur Juanda. ( HR/Topik).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *