PT KARIMUN GRANIT NUNGGAK PAJAK 7,9 MILIAR MENDAPAT SOROTAN DARI AKTIFIS DI KEPRI

DNews, Karimun – Kinerja Badan Pendapatan Daerah (BAPEDA) Karimun mendapat sorotan dan dipertanyakan oleh beberapa aktifis di Provinsi Kepulauan Riau terkait menunggaknya pajak PT karimun Granit yang nilainya mencapai 7,9 Miliar rupiah. Ketua LSM RCW Mulkhansyah pada 7/3/2020 mengatakan, “PT Karimun Granit kontraknya telah berakhir pada September 2018, maka pemerintah daerah sudah selayaknya mendapatkan pajak dari hasil penjualan batu granit yang selama ini dilakukan oleh PT Karimun Granit”.

Mulkhan melanjutkan, “Aneh… setiap penjualan dilakukan oleh PT Karimun Granit kepada konsumen, bukankah sekian persen sudah di alokasikan untuk pajak daerah, akan tetapi tidak ada penyetoran pajak tersebut, mengapa ditahan oleh perusahaan dan sekarang setelah nilai tunggakanya membengkak perusahaan mencicil membayarnya, jika semua perusahaan bisa seperti itu terlalu enak jadi pengusaha, ” tegas Mulkan.

Hal ini seharusnya tidak terjadi, kedepan BAPEDA harus lebih tegas karena setiap perusahaan yang mau eksport atau melakukan penjualan didalam negeri sendiri begitu tambang masuk ke tongkang pajaknya sudah disetorkan atau dibayar terlebih dahulu sehingga tidak terjadi kecolongan seperti ini. Berdasarkan Informasi dilapangan bahwa PT Karimun Granit sebelumnya menyetor satu bulan sekali, artinya peluang untuk bermain atau tidak menyetor sangat tinggi, tutur Mulkhansyah ketika duduk dengan rekan aktifis lainnya di sebuah cafe.

Dikutip dari karimuntoday.com, Ka Bapenda Karimun, Kamarulazi mengatakan bahwa benar PT Karimun Granit sampai saat ini masih ada tunggakan pajak kepada Pemerintah Daerah Karimun, namun pihak PT KG sangat kooperatif untuk membayar tunggakan tersebut dengan cara mengansur. “ Kita sudah melakukan pertemuan dengan Pihak PT Karimun Granit pada intinya mereka akan membayar tunggakan pajak bahkan dengan membuat surat perjanjian secara tertulis, artinya, kita sangat agresif kepada para penunggak untuk menagih pajak tersebut,” Kata Kamarulazi Kaban Bapenda. Ditambahkanya lagi, Beberapa kali pertemuan dengan pihak PT KG kita selalu didampingi oleh pihak kejaksaan karimun untuk pendampingan, bahkan dari PT KG sendiri juga menghadirkan kuasa hukumnya (pengecara-red) lansung dari Jakarta ,” Ucap Lazi

Mulkhan menduga bahwa PT Karimun Granit ada indikasi mencoba untuk melakukan penggelapan pajak, namun setelah didesak akhirnya akan mecicil pajak tersebut, dan pegawai BAPEDA yang menjabat ketika itu juga harus dipertanyakan, mengapa ada pembiaran dan tidak tegas? biasanya kalau seperti itu ada sesuatu dibalik pengawasannya, tutur Mulkhansyah mengakhiri (HR)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *