MA Batalkan Kenaikan BPJS Kesehatan, Iuaran Januari dan Febuari Masih Dikaji Pengembaliannya

DNews, Jakarta – Makamah Agung batalkan kenaikan iuran BPJS Kesehatan, Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara belum bisa memastikan apakah kelebihan iuran yang sempat naik dari awal tahun ini akan dikembalikan oleh pemerintah kepada para peserta BPJS Kesehatan.

Suahasil mengatakan pemerintah akan mempelajari dulu amar putusan MA tersebut. “konsekuensinya seperti apa, nanti setelah kita mendalami keputusan tersebut,” kata Suahasil saat ditemui di Gedung Dhanapala Kementerian Keuangan, Senin Malam (9/3/2020). “Amar keputusannya seperti apa, dan apa saja konsekuensinya,” tambah Suahasil.

Lanjut Suahasil pihaknya harus berdiskusi dengan kementerian terkait untuk menetapkan langkah yang diperlukan dalam menangani keputusan MA ini. Namun disisi lain katanya pemerintah juga berdampak atas putusan ini, karena pemerintah juga melakukan pembayaran iuran untuk Penerima Bantuan Iuran (PBI) dengan tarif yang sudah naik.

Kepala Humas BPJS Kesehatan, M. Iqbal Anas Ma’ruf mengatakan, BPJS Kesehatan sampai saat ini belum menerima salinan putusan Mahkamah Agung terkait dengan pemberitaan yang beredar, bahwa Mahkamah Agung mengabulkan judicial review terkait Perpres 75 tahun 2019. “Sampai saat ini BPJS Kesehatan belum menerima salinan hasil putusan Mahkamah Agung tersebut, sehingga belum dapat memberikan komentar lebih lanjut, “ tuturnya.

Iqbal menambahkan, saat ini pihak BPJS belum bisa mengkonfirmasi kebenaran isi putusan MA tersebut dan mempelajari hasilnya jika sudah diberikan. Apabila hasil konfirmasi sudah didapatkan dan teruji kebenarannya, BPJS Kesehatan akan melakukan koordinasi dengan kementerian terkait sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Seperti pemberitaan sebelumnya di beberapa media bahwa Mahkamah Agung (MA) mengabulkan judicial review Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 75 Tahun 2019 tentang Jaminan Kesehatan. Dalam putusannya, MA membatalkan kenaikan iuran BPJS per 1 Januari 2020.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *