Dishub kota Batam Buka Layanan Call Center Dan Pemasangan Stiker Kesemua Angkutan Umum

DNews. Batam — Untuk meningkatkan pengawasan terhadap angkutan umum (Bimbar, Dapur 12 dan yang lainya) dalam pengawasan Dishub kota Batam membuka layanan call center sekaligus pemasangan stiker dalam hal pengaduan.

Kepala Dinas Perhubungan Kota Batam, Rustam Efendi mengatakan tujuan dari pada layanan call center serta pemasangan stiker pada angkutan umum (Bimbar) tersebut adalah untuk memantau bila melanggar aturan serta tidak tertib dijalan dan ugal-ugalan berharap penumpang dan masyarakat umum bila melihat segera menghubungi ke call center Dishub kota Batam 081356371110, SMS. Dishub juta bekerjasama dengan Satuan Lalulintas Polresta Barelang di layanan 110.

Pemasangan stiker pada angkutan umum (Bimbar) saat dikonfirmasi Rustam di ruang kerjanya, Kamis (12/3/2020) sore, sebanyak 268 untuk kesemua trayek angkutan umum yang layak jalan. Senada dengan hal tersebut atas semua yang melanggar akan kita tindak secara tegas. Selama ini kita masih ada toleransi pada angkutan umum, tetapi dengan adanya call center dan pengaduan yang di terapkan Dishub kota Batam, kedepannya penindakan terhadap angkutan umum yang melanggar tidak akan ada kita toleransi tegas Rustam.

Layanan call center dan pengaduan Dishub kota Batam dilakukan 24 jam, bila ada pengaduan masyarakat dilayanan yang telah disiapkan Dishub, reaksi cepat akan segera dilaksanakan kata Rustam.

Pemasangan stiker dan juga memberikan seragam serta identitas ke supir ditargetkan dalam minggu depan telah rampung. Saat ini kita telah berkoordinasi dengan setiap badan usaha yang ada, ulasnya.

Rustam juga menegaskan sebagai komitmen tidak ada lagi mobil angkutan umum yang tidak layak jalan harus ada pembenahan. Jika ini ditemukan Dishub akan melakukan penindakan tegas bahkan izin trayek akan dicopot dan mobil dikandangkan dan tidak dapat beroperasi lagi.

Harapan kedepannya melalui call center dan layanan Dishub tidak ada lagi kegelisahan, terhadap angkutan umum, yang telah banyak merugikan masyarakat dari harta hingga nyawa tutupnya. (Ramadan)