Proyek Pematangan Lahan Di wilayah Punggur Tidak Mengantongi Izin

DNews, Batam – Aktivitas pematangan lahan di wilayah Punggur yang dimiliki oleh perusahaan tanpa plang nama di indikasi proyek ilegal. Berdasarkan sumber Diamondworld.co.id bahwa pihak kontraktor tidak mengantongi izin cut and fill yang dikeluarkan oleh BP Batam. Hal senada disampaikan Wulung pihak BP Batam yang membidangi lahan bahwa aktivitas pematangan lahan tersebut tidak memiliki izin.

“Ya benar, aktifitas itu tidak memiliki izin dan kami tidak mengeluarkan izin untuk pematangan lahan dilokasi tersebut,” ungkap Wulung saat dikonfirmasi, Rabu (25/3/2020). Usut punya usut, bahkan aktivitas tersebut pernah diberhentikan oleh pihak BP Batam, namun pengusaha tampak tidak menggubrisnya.

Tak hanya itu, lokasi tersebut juga masuk dalam row jalan milik pemerintah kota Batam. Saat dimintai keterangan dari salah satu supir/ operator dilokasi, bahwa tanah yang diambil dari area perusahaan tanpa nama tersebut untuk diperdagangkan, ” ya tanah yang diangkut dari lokasi ini untuk reklamasi pantai,” jelasnya.

Dilokasi tampak, tiga alat berat jenis Beko dan Puluhan unit Dum Truck hilir mudik mengangkut tanah yang melintasi jalan protokol Punggur tanpa mengunakan penutup atau terpal. Sehingga sangat menggangu bagi pengguna jalan lainnya. Kejadian tersebut terpantau Sabtu (22/3/2020) siang.

Dikutip dari salah satu media online mengatakan bahwasanya Deputi III BP Batam (Sudirmaan Saad) akan memberlakukan penangguhan izin cut and fill, Sabtu (18/1/20).

Terpisah, Camat Nongsa, Prot Arfandi saat dikonfirmasi melalui WhatsApp, Rabu (25/3) mengatakan bahwa aktivitas cut and fill yang dilakukan perusahaan tanpa nama itu akan dilaporkan ke dinas terkait tegasnya. “Pasalnya sampai dengan saat ini izin HO pun belum pernah dikeluarkan untuk aktivitas pematangan lahan oleh kecamatan Nongsa,” tegasnya.

Yang menjadi pertanyaan publik mengapa Camat ingin melaporkan cut and fill tersebut ke dinas terkait setelah adanya konfirmasi oleh awak media kepada Camat. Sedangkan aktivitas potong timbun yang dilakukan pengusaha itu sudah cukup lama berjalan, dari pantauan sumber yang enggan disebutkan namanya. (Ramadan)