Mahasiswa Stikom Muhammadyah Batam Ciptakan Alat Pencuci Tangan Otomatis

DNews, Batam – Mahasiswa Stikom Muhammadiyah Batam (SMB) membuat suatu alat pencuci tangan otomatis, disaat pemerintah gencar – gencarnya mengajak masyarakat untuk memerangi pademic Covid-19 dengan cara menjaga kesehatan, mencucitangan setiap saat terutama setelah bersentuhan, Mardani Efendi salah seorang mahasiswa Stikom Muhammdadyah Batam berhasil menciptakan alat pencuci tangan otomatis. Hal ini disampaikannya pada hari minggu 19/04/20 dan langsung mengadakan demo projek hasil karyanya tersebut.

Dijelaskannya kepada media bahwa temuan ini satu unit membutuhkan biaya 300.000 untuk membeli bahan bakunya, dan dengan waktu satu hari beliau berhasil merakit sebuah alat pencuci tangan otomatis tersebut. Mardani Efendi mengatakan ” Saya termotifasi bagaimana caranya supaya masyarakat tidak menyentuh apapun kecuali sabun pada saat mencuci tangan, apa lagi di tempat umum kita kan tidak tau apakah alat – alat tersebut steril dari virus, semua orang menyentuh keran air tersebut”. Alat ini akan disumbangkan Mardani Efendi ke pak RT tempat dia tinggal supaya dapat pergunakan untuk masyarakat sekitar.

Ketua Stikom Muhammadiyah Batam Mohd Iqbal ST, M.kom sangat mengapresiasi karena dalam situasi pedemic COVID-19 mahasiswa mau berinovasi membuat alat yang sesuai dengan pelajarannya di kampus. “Kami juga berharap ada inovasi dari mahasiswa dan dosen lain menciptakan sesuatu untuk membantu masyarakat dalam menangani COVID-19 ini, walaupun sederhana tapi minimal ada inisiatif dalam mengimplementasikan ilmunya kepada masyarakat” tutur ketua SMB.

Jangan melihat keserdehanaan alat tapi inisiatif dan inovatif dari mahasiswa tulus membantu untuk memutuskan rantai COVID-19 ini. Apalagi kalau pemerintah daerah mau bekerjasama dengan dunia kampus dalam membuat alat-alat bantu COVID-19 ini, maka beberapa kampus di kota Batam pasti dapat membantu pemerintah dalam hal memerangi Covid-19 dengan teknologi”. Mungkin telah di lakukan kampus-kampus lain yang berada luar kota Batam, tutur Mardani Efendi. (Agung)

Tinggalkan Balasan