Pemagaran Lahan PT Surya Aji Pratama Berdapak Banjir Pada Warga Perum Bumi Sarana Indah

DNews, Baram – PT. Surya Aji Pratama tetap melakukan proses pemagaran lokasi, berdasarkan berita acara pembahasan masalah lahan PT. Surya Aji Pratama pada Sabtu (16/5/2020) bertempat aula kantor Camat Batu Aji, Batam. Dalam pembahasan tersebut turut hadir Camat Batu Aji, Lurah Buliang, pihak PT. Surya Aji Pratama dan pihak perwakilan perumahan Bumi Sarana Indah I dan II.

Adapun isi musyawarah tersurat :

  1. PT. Surya Aji Pratama tetap akan mendirikan pagar dan melanjutkan pekerjaan pada hari Senin (1/6/20).
  2. Pihak masyarakat perumahan Bumi Sarana Indah I dan II tetap menolak dilakukan pembangunan dan akan mengajukan gugatan jalur hukum.
  3. Pihak PT. Surya Aji Pratama meminta kepada masing-masing pemilik rumah yang lokasinya berada di lokasi yang di permasalahkan, untuk membuat surat pernyataan kesediaan untuk mengajukan gugatan ke jalur hukum.
  4. Apa bila pada putusan pengadilan lahan tersebut adalah milik PT. Surya Aji Pratama, warga perumahan Bumi Sarana Indah I dan II tidak akan menuntut ganti rugi.
  5. Apa bila putusan pengadilan dimenangkan oleh masyarakat maka PT. Surya Aji Pratama wajib membongkar semua bentuk bangunan yang ada di lokasi.

RW. 16 kelurahan Buliang Eka Pramudia saat dikonfirmasi pada Senin (1/6/20), bertempat perumahan Bumi Sarana Indah I kelurahan Buliang, kecamatan Batu Aji mengatakan, “apa bila ada pembangunan yang di lakukan oleh PT. Surya Aji Pratama di pengalokasian lahan penghijauan (baffer zone) di perumahan Bumi Sarana Indah berdampak sangat negatif sekali pada warga setempat”. Dalam proses pemagaran yang dilakukan PT. Surya Aji saat berjalan, ibu-ibu warga perumahan Bumi Sarana Indah I dan II, turut melakukan aksi damai agar sementara pengerjaan pemagaran ditunda sementara. Lebih lanjut lagi jelasnya adalah banjir, kemudian sudah tidak ada lagi ruang terbuka hijau dan tidak ada lagi pasilitas umum untuk tempat bermain anak. Itulah alasan yang sangat mendasar ungkapnya.

Senada dengan hal tersebut diatas warga dan RW berharap pada PT. Surya Aji Pratama membuka hati secara kemanusian. Dalam pengerjaan proyek pemagaran yang dilakukan oleh PT. Surya Aji Pratama, RW16 bukanlah untuk menghambat pengerjaan proyek tersebut. Dampak imbas dari pembangunan pengerjaan pemagaran, RW 16 dan 17 bermohon kepada PT. Surya Aji Pratama untuk memikirkan hal tersebut. Kemudian kepada pemerintah kota Batam dan BP Batam jangan memberikan izin sesuka hati saja, pikirkanlah untuk peruntukan yang sebenarnya yang benar-benar tidak merugikan warga.

Kesepakan warga RW 16 dan 17 persoalan ini akan ditempuh melalui jalur hukum, setidaknya dalam proses hukum berjalan PT. Surya Aji Pratama untuk melakukan penundaan terlebih dahulu tutupnya. (Ramadan)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *