Dorkas Lomi Nori, SH. MH Akan Laporkan Aznita Terkait Pencemaran Nama Baik dan Penipuan

DNews, Batam – Berawal dari Surat Kuasa Khusus nomor : 001/SKK/KHHR/BTM/I/2014 dari Ir. Aznita Musnida kepada Kantor Hukum Hartono & Rekan dimana penerima kuasa Dr. B. Hartono, SH, SE., Ak. MH (Advokat) dan Dorkas Lomi Nori (Asisten Advokad) terkait penyelesaian permasalahan hukum pemberi kuasa termasuk penyelesaian aset hingga pengadilan.

Dorkas Lomi Nori, SH. MH pengacara yang beralamat di Central Sukajadi Batam diruang kerjanya (3/6/2020) mengatakan, “sebelumnya tidak pernah terpikir oleh saya untuk melaporkan Aznita ke ranah hukum, tapi setelah saya dipermalukan dan dituduh menipu bahkan diberitakan oleh beberapa media, saya tidak bisa terima dengan perlakuannya. Saya sudah berikan surat somasi kepada Aznita, dan jika tidak ada juga niat baiknya untuk menyelesaikan permasalahan ini maka saya akan membuat laporan kepolisian segera”.

Dorkas menjelaskan, “awalnya Aznita membirikan kuasa kepada kantor hukum Hartono & Rekan seperti keterangan diatas pada tahun 2014. Sesuai dengan kesepakatan pemberi kuasa tentunya memberikan fee sesuai yang telah disepakati dan surat kuasa tersebut mengikat kedua belah pihat dan tidak dapat dibatalkan secara sepihak, jelas tertulis didalam surat kuasa. Mulai kasus dikerjakan, Aznita pun memberikan uang tanda jadi 100 juta kepada Kantor Hukum Hartono & Rekan dengan cara membayar bertahap. Karena Hartono dipenjara (kasus lain) ketika itu maka saya melanjutkan pekerjaan ini dan sebagai bukti saya masih menyimpan bukti surat panggilan dari pengadilan. Pada tahun 2016 setelah Hartono bebas, Aznita membatalkan sepihak surat kuasa diatas dan membuat kuasa yang baru kepada Hartono dengan alasan saya tidak pernah mengerjakan kasus tersebut”.

“Pada tahun 2018 Hartono dan Aznita melaporkan saya dengan tuduhan penipuan uang 100 juta sebagai tanda jadi penyelesaian kasusnya, padahal uang diberikan ke kantor hukum bukan kepada saya secara pribadi, tentunya Hartono mengetahui dan mengambil uang tersebut. Sempat saya tersandung hukum ketika itu, dan pada akhir 2019 kemaren tanpa saya menerima surat MA saya kembali dibawa kerutan. Dan setelah saya membuat surat permohonan perlindungan HAM kepada Kemenkumhan RI akhirnya Presiden RI memberikan remisi dan dibebaskan pada tanggal 9 April 2020” tutur Dorkas.

“Ketika saya menjalankan hukuman Hartono dan Aznita masih menekan saya harus mengembalikan uang dimana Hartono sebenarnya ikut memakan uang itu, hal ini disampaikannya kepada Pendeta Idarismawati. Aznita juga memanggil media menghancurkan nama baik dan reputasi saya. Dan beberapa hari yang lalu setelah Pendeta minta bukti atau kwitansi, Aznita tidak dapat menunjukannya, malah Pendeta Idarismawati diancam untuk tidak ikut campur permasalahan ini oleh Hartono. Saya merasa perbuatan Hartono dan Aznita sudah keterlaluan, maka pencemaran nama baik termasuk tuduhan penipuan harus saya laporkan”, tegas Dorkas.

Pendeta Idarismawati mengatakan kepada media, “Benar saya berjumpa Hartono dan Aznita ketika Bu Dorkas di penjara, dan Aznita minta uangnya 100 juta dibayar kembali oleh Dorkas. setelah bu Dorkas bebas beliau bersedia mengembalikan jika ada bukti pengambilan uang tersebut dan Aznita ketika saya tanyakan tidak dapat menunjukan bukti tersebut”, ucapnya (HR)

Tinggalkan Balasan