Domisili Tidak Sesuai KK, Orang Tua Murid Resah Dengan Sistem PPDB Online SMA Negeri 3 Batam

DNews, Batam – Memasuki hari kedua penerimaan siswa baru SMA / SMK Negeri kota Batam, beberapa orang tua mulai resah dengan ditolaknya pendaftaran dengan sistem aplikasi online di SMA Negeri 3 Batam. Seperti yang telah diberitakan sebelumnya bahwa penerimaan siswa baru tahun 2020 sepenuhnya mengunakan aplikasi online dimana pembagiannya 50 persen Zonasi, 15 persen Alfirmsi, 5 persen jalur pendah tugas orang tua, dan 30 persen prestasi, dengan sistem tersebut maka untuk bina lingkungan sudah ditiadakan.

Pantauan awak media Diamond News ke SMA Negeri 3 Batam (30/6/2020), ternyata banyak orang tua murid kebingungan dan resah karena input data pendaftaran ditolak sistem, dan orang tua murid mencoba bertanya langsung kepihak sekolah. Sebut saja “D” orang tua siswa ketika dikomfirmasi dilokasi sekolah mengatakan, “saya bingung cara mendaftarkan anak saya ke sekolah, kemaren saya sudah ikuti pendaftaran online tapi ditolak sistem. Hal itu dikarenakan Kartu Keluarga saya masih beralamat di Bengkong dan saya sudah berdomisili di Botania hampir 5 tahun”. Orang tua murid tersebut sangat berharap dapat masuk disekolah anaknya dekat dengan rumah dan itu juga tujuan dari Zonasi, tapi setelah bertemu dengan panitia PPDB disekolah jawaban yang didapatnya bahwa panitia menyarankan masukan saja sesuai alamat KK nya. Hal ini tentunya membuat resah orang tua murid, karena jawaban yang diterimanya tidak sesuai dengan harapan. “Bagaimana mungkin saya sekolahkan anak jauh dari rumah tinggal, sedangkan sekolah SMA ada didepan rumah saya sekarang” tuturnya dengan kecewa.

Kekecewaan juga dialami oleh anak – anak lulusan SMP Negeri 34 dimana mencoba untuk mendaftar dengan jalur prestasi ke SMA Negeri 3 Batam, juga ditolak oleh sistem. Alasan penolakan oleh sitem yang disampaikan pihak sekolah adalah anak tersebut mendaftar jalur prestasi sebagai marching Band, pemain marching band lebih dari 12 orang maka dikatagorikan olah raga masal.

Ketika dikomfirmasi salah seorang anggota DPRD kota Batam Yunus, S.Pi menjelaskan, “Marching band itu sudah dipertandingkan di PON dengan 8 mendali emas, coba pelajari undang – undang olah raga nasional”, tutur yunus. Lanjutnya, “saya contohkan, pemain sepak bola 11 orang, tapi line up 18 orang dan pemain pengganti bisa 5 orang, kalau pembagian mendali yang dapat 18 masak harus 11 orang aja yang diakui, itu kebijakan gila.. ngak mengharga prestasi orang”, jelas Yunus.

Ketika dikomfirmasi Ketua Panitia PPDB SMA Negeri 3 Batam di lokasi sekolah mengatakan, “tahun ini semua pendaftaran melalui aplikasi online, jadi silahkan mendaftar sesuai perintah aplikasi tersebut. terkait domisili yang tidak sesuai dengan alamat di Kartu Keluarga silahkan daftarkan dialamat KK tersebut. Terkait Surat Domisili, kami tidak bisa menerimanya, lihat aja diaplikasi.. tidak ada kolom domisili kan? artinya tidak bisa pakai domisili”, tutur Ketua Panitia PPDB yang enggan namanya dituliskan. Tentang prestasi ketua panitia tersebut menyarankan, “coba saja kembali samai diterima, hal ini bukan kewenangan kami, jika tak bisa juga tanyakan saja langsung kepada kepala dinas pendidikan”, katanya. (HR)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

4 CALON PERWIRA PK TNI PANDA KEPRI IKUTI SELEKSI TINGKAT PUSAT

Sel Jun 30 , 2020
DNews, Tanjungpinang – Komandan Pangkalan […]