Istri Diberi Surat Cerai Tanpa Surat Panggilan dan Mediasi Dari Pengadilan Agama Deli Serdang

DNews, Deli Serdang – Kiki Rahmadayanti (31) Istri dari Khairi Febriansyah (36) mendapat copy surat cerai dari pengadilan agama tanpa ada surat panggilan dan mediasi atau mengikuti sidang perceraian (1/7/2020). Melihat surat tersebut Kiki menjadi heran, “bagaimaan bisa surat cerai ini besa terbit sementara saya tidak pernah dipanggil atau dimediasi”, tuturnya.

Khairi Ferbriasyah menceraikan istrinya dengan foto copy AKTA CERAI Nomor : 115/AC/2020/Pa.Lpk pada hari senin 22 juni 2020. dengan cerai talak :

  1. Perceraian yang ke satu.
  2. termohon Atau bekas istri dalam keadaan ba’ da dukhul.
  3. termohon atau bekas istri dalam keadaan tidak diketahui.

Dengan keterangan yang tertera di copy akta cerai, Kiki mengatakan bahwa itu tidak benar, “ini tidak benar”, katanya. Bahkan kiki bingung dan terheran – heran, “mengapa bisa ada foto copy akta cerai? sedangkan saya saja tidak pernah sama sekali menerima surat panggilan dari Pengadilan Agama Deli Serdang, tiba – tiba saya dikirimkan copy akta cerai”, tuturnya.

Kiki menjelaskan, ” selama saya menikah kami tidak pernah bertengkar besar – besaran atau sampai pisah ranjang, sudah 5 tahun saya menikah dan dikaruniai seorang putra, kalau cekcok wajar dalam rumah tangga dan tidak pernah cerita sampai ke perceraian. Selama 5 tahun ini kami harmonis sama – sama mencari dan saya melayani dia dengan benar lahir atau bathin. Kenapa waktu dia mau berangkat bekerja malah dia pesan WA dengan saya suruh membaca surat yang di taruhnya dibawah keranjang dan saya melihat ternyata akta cerai foto copy. Mulai dari situlah saya dan dia tidak satu rumah lagi, sebelumnya masih tidur bersama”. Atas kejadian yang menimpanya, Kiki menyampaikan keluh kesahnya kepada awak media bahwa kalau suaminya ingin bercerai lakukanlah dengan secara baik – baik.

Saat dikomfimasi mendatangi pemeritah desa Petumbukan terkait surat panggilan dari pengadilan agama Deli Serdang atas nama Kiki dan juga menanyakan apakah Desa Petumbukan ada 10 Dusun, Kepala Desa dan kasipem Petumbukan mengatakan, “Kami seluruh perangkat desa dan kepala desa tidak pernah sama sekali menerita surat panggilan dari pengadilan agama atas nama Kiki”, jelasnya. Lanjutnya, “kalau masalah Dusun Desa Petumbukan jumlahnya hanyah lima dusun pak, ucap kepala desa. Sampai saat ini belum diketauhui kemana arah tujuan dari surat panggilan pengadilan agama diberikan dan siapa penerima surat panggilan itu.. (Sihar Sihotang)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *