DILEMA JURU SITA PENGADILAN AGAMA DELI SERDANG

DNews, Galang Deli Serdang – Seorang wanita usia 31 tahun, bernama Kiki Rahmadayanti warga Pisang Pala mendatangi pengadilan agama Deli Serdang masalah perceraian yang menimpa dirinya. kiki yang merasa bingung atas kasus perceraian dirinya, karena sebelum mereka bercerai kiki masih satu rumah dan tidur bersama, tiba – tiba menerima surat cerai yang dikeluarkan pengadilan agama. Yang membingingkan Kiki, bagaimana bisa bercerai tanpa ada surat panggilan dan disidang, hal ini disampaikan kepada penitra pengadilan agama Deli Serdang.

Panitera pengadilan agama yang tidak ingin namanya disebut menjelaskan “bahwa mereka sudah sah bercerai atas tuntutan dimana sang istri tidak hadir 3 kali berturut-turut” jelasnya. Hal ini dibantah oleh Kiki, “Bagaimana saya bisa hadir sedangkan surat panggilan sama sekali tidak saya terima” Tutur Kiki.

Panitera pengadilan agama menjelaskan satu persatu masalah berkas mereka “masalah surat panggilan sudah dikirimkan oleh juru sita kami, dan di berkas ini surat panggilan sudah diterima oleh Afandi kaur pembangunan desa Petumbukan, dengan alasan Kiki Rahmadayanti yang beralamat dusun 11 tidak bertemu.” Jelasnya panitera.

Setelah Kiki menerima penjelas panitera, Kiki langsung mendatangi kantor desa Petumbukan dan bertemu langsung sekertaris desa, kepala desa dan kasi kesra. “kaur pembangunan tidak ada lagi, sekarang berganti menjadi kasi kesra dan nama Afandi tidak pernah menjadi kaur kami. Kaur kesra kami bernama Ahwaudin”. jelas kepala desa. Lanjutnya “Masalah dusun disini hanya 5 dusun”, tutur kepala desa. “Saya sebagai kasi kesra tidak pernah sama sekali menerima surat panggilan atas nama Kiki Rahmadayanti” jelas Ahwaudin kaur kasi kesra.

Merasa kurang puas Kiki minta surat keterangan kepada sekertaris desa, dikarenakan ketidak puas. Kiki langsung membawa surat keterangan itu kepada pengadilan agama pada hari selasa (7/07/2020) pukul 14:28 WIB. Kiki juga meminta Relis, PIP, Dan Akta cerai kepada panitera pengadilan agama Deli Serdang.

Penitra mengatakan, “relas, P I P, dan akta cerai kami tidak bisa memberikannya”. Kiki yang penasaran,”mengapa tidak boleh saya kan  ingin mengetahui pokok permasalahan kami ,” tuturnya. Lanjut penitera ” Masalah surat itu apabila melakukan PK Baru kami dapat memberikannya, karena kami tidak mau dituntut mantan suami kamu”, kata panitera.

Hingga saat ini Kiki masih merasa bingung, apakah ini modus yang dilakukan matan suami atau ada kesalahan di juru sita pengadilan. “Apabila juru sita melakukan kesalahan berarti juru sita melanggar undang undang, karena memalsukan nama dan tanda tangan penerima surat panggilan agama. Dan apabila mantan suami saya memalsukan alamat saya, berarti jelas kesalahan ada padanya. Apabila saya sudah sah bercerai mana hak anak saya, karena anak saya sampai sekarang sakit dan tidak bisa berjalan selama 4 tahun”, tutur Kiki kepada awak media dan wartawan. (Sihar)

Tinggalkan Balasan