Masyarakat Sanjulung Kabil Surati Walikota Batam Tolak Keras Kehadiran Alfamart dan Indomaret

DNews, Batam – Masyarakat Sanjulung Kelurahan Kabil Kecamatan Nongsa kota Batam surati Walikota Batam H. Muhammad Rudi SE terkait pembangunan Alfamart dan Indmaret ditengah pemukiman penduduk. Kemarahan masyarakat semakin memuncak setelah melihat subuah bangunan Alfamart dan Indomaret yang akan buka dilokasi RW 11 Sanjulung Kabil.

Surat yang dibuat tertanggal 17 Juli 2020 tersebut juga melampirkan tanda tangan warga kavling Sanjulung Kelurahan Kabil diantaranya warga pemilik warung tradisional, Tokoh Masyarakat, Tokoh Pemuda, Tokoh Agama dan beberapa Organisasi kemasyarakatan.

Menutut keterangan salah satu tokoh masyarakat Ijan Fahrudin mengatakan, “benar masyarakat sudah mulai berang dengan keberadaan Alfamart dan Indomaret di Kavling sanjulung. Namun masyarakat belum melakukan anarkis, masih melakukan langkah – langkah yang santun. makanya dibuat surat kepada Walikota yang isinya menolak keras diberikan izin kepada Alfamart dan Indomaret dan minta dicabut kembali” jelasnya.

Beberapa point surat tersebut berbunyi :

  1. Bahwa sesuai ketentuan Otorita Batam atau BP Batam alokasi KSB diperuntukan bagi pemukiman atau tempat tinggal dengan toleransi membuka usaha kecil semata – mata menopang mata pencarian saja.
  2. Bahwa keberadaan warung tradisional sejak 15 tahun ini, dinilai cukup memberikan kemudahan dan kenyamanan belanja kebutuhan sehari – hari.
  3. Bahwa pemilik warung tradisional turut berpartisipasi dan berkontribusi dalam kegiatan kemasyarakatan, gotong royong dan kegiatan lainnya sehingga terjalin hubungan yang baik dan harmonis.
  4. Bahwa kehadiran gerai ritel Alfamart dan Indomaret sebagai korporasi Bisnis dikhawatirkan mengganggu kenyamanan dan kelanggengan usaha warung tradisional milik warga setempat dan juga mengganggu hubungan sosial antar warga.

Wahyu Wahyudin anggota DPRD Prov. Kepri Dapil 6 saat dikomfirmasi melalui whatshap nya mengatakan, “Harapan saya pemerintah kota Batam agar mengkaji ulang pendirian Gerai Ritel alfamart dan Indomaret di kota Batam yang berada didalam pemukiman. Dan seluruhnya harus dilihat juga apakah sudah berizin atau belum”.

Ketika ditanyakan apakah izin Alfamart dan Indomaret yang berada didalam pemukiman bisa dicabut atau tidak wahyu menjawab, “Tentu bisa dicabut jika warga sekitar menolak akan keberadaan Gerai Alfamart dan Indomaret tersebut. karena dalam perizinan ada yang namanya Izin Gangguan atau H.O”, jelasnya.

“Harapan saya Alfamart dan Indomaret yang ada di Sanjulung Kabil agar dikaji ulang atau dicek perizinannya serta benar – benar ditanyakan kepada masyarakat sekitar apakah keberadaannya bermamfaat atau mengganggu usaha tradisional lainnya” tutur Wahyu mengakhiri. (HR)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *