Masyarakat Pulau Labun Belakang Padang Batam Nikmati Qurban Sapi Pertama Setelah 50 Tahun

DNews, Batam – Sudah 50 tahun lamanya belum pernah ada orang yang berqurban sapi di pulau Labun, kecamatan Belakang Padang, kota Batam, Kepulauan Riau. Pulau Labun sendiri merupakan salah satu pulau yang letaknya sangat dekat dengan negara tetangga, hanya berjarak 28 kilometer, sejauh mata memandang tingginya Gedung pencakar langit terlihat jelas dari Pulau Labun.

Melalui qurban yang dititipkan melalui Global Qurban ACT, Idul Adha tahun ini masyarakat Pulau Labun dapat menikmati daging sapi qurban. Salim imam masjid di Pulau Labun bercerita bahwa sejak istrinya lahir di pulau Labun belum pernah ada sapi yang di kurbankan, bahkan kambingpun hanya jika ada kenduri orang tertentu di masyarakat, untuk daging sapi biasa masyarakat dapat bantuan dari pulau seberang.

“sapi sudah 50 tahun lah mungkin, karena istri saya sejak lahir di labun belum ada sapi yang diqurbankan disini, jadi ini sapi pertama kami setelah 50 tahun” ungkap Salim. Antusias masyarakat pulau Labun terlihat jelas saat sapi dari Global Qurban di sembelih di tanah kosong yang biasa dijadikan tempat berkumpul masyarakat, wajah bahagia tampak dari masyarakat yang menyaksikan penyelenggaraan qurban di Pulau Labun. “bisa di bilang ini lembu pertama kami lah pak” ungkap salim, menambahkan ceritanya selama tinggal di Pulau Labun.

Masyarakat seluruhnya merupakan nelayan tradisional yang mencari ikan di perairan perbatasan Indonesia, memang lautannya merupakan lautan internasional yang sering dilalui kapal-kapal besar yang ingin berlabuh di negara tentangga. Sebanyak 100 kantong daging qurban didistribusikan untuk masyarakat pulau Labun, rasa syukur masyarkat Labun juga terlihat saat tim Global Qurban mengantarkan ke rumah-rumah warga di pulau tersebut, kebahagiaan mereka juga di ekspresikan dengan mengadakan beragam perlombaan dalam rangka menyambut idul adha.

“ya karena anak-anak sekolah dirumah saat ini makanya saat menyambut idul adha pemuda-pemuda disini mengadakan perlombaan” tambah salim.

Gugusan pulau di Kepulauan Riau berjumlah 2.408 pulau, hampir sembilan puluh persen wilayahnya merupakan lautan, akses antar kabupaten dan kota ditempuh menggunakan kapal besar, dan pulau-pulau kecil di tiap kabupaten kotanya dapat diakses dengan kapal pompong. Hal ini menjadi tantangan bagi tim Global Qurban untuk mengantarkan qurban.

“Kepulauan Riau memiliki keunikan diantara provinsi lain di Indonesia, daratannya hanya sepuluh persen saja, tentu jadi tantangan, untuk kali ini kami antarkan qurban kepada masyarakat pulau Labun, mudah-mudahan kedepannya kita mampu mengirimkan qurban di seluruh pulau-pulau di Kepulauan Riau” ungkap Nofran. Global Qurban-ACT pada idul adha tahun ini ikhtiarkan mampu menjangkau seluruh provinsi di Indonesia dan 50 negara didunia, meski pandemi Global Qurban akan berusaha berikan yang terbaik untuk bahagiakan umat. (Agung)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *