Pertemua TIM Investigasi LSM Mawar Bersama Camat Tujuh Koto, “Pemukiman Patokan Segera di Legalkan”

DNews. Jambi – Terkait masyarakat Patokan yang belum ada kejelasan legalitas tempat dan Identtas diri dari pemerintah setempat, LSM Mawar Indonesia bidang Investigasi mendatangi kator camat Tujuh Koto Kabupaten Tebo, Jambi pada hari senin 3/8/2020. Kehadiran Tim Investigasi LSM Mawar Indonesia yang dipimpin oleh Martin didampingi oleh Aparat dan Warga diterima langsung oleh Camat Tujuh Koto dan Kepala Deda Tanjung.

Dalam pertemuan tersebut Tim Investigasi LSM Mawar Indonesia bersama Camat Tujuh Koto, sepakat menerima warga Patokan masuk kewilayah dan menjadi warga Kecamatan Tujuh Koto, Desa Tanjung. Dengan pernyataan camat tersebut telah menjawab yang menjadi keresahan masyarakat Patokan tentang ketidak jelasan wilayah dan Identitas diri. “Saya siap menerima warga Patokan menjadi warga Desa Tanjung, Kecamatan Tujuh Koto Kabupaten Tebo”, ucap Camat.

Sebelumnya Media DNews coba komfirmasi dengan salah seorang masyarakat Patokan inisial “M” mengatakan, “warga kampung ini tidak punya domisili dan Identitas Diri yang jelas, hal ini dikarenakan oleh kepengurusannya dipercayakan kepada seseorang yang bernama Hurbo”, tutur M.

Terkait permasalah ini Camat Tujuk Koto dan Desa Tanjung berjanji akan turun mencari waktu meninjau pemukiman warga Patokan yang berpenduduk lebih kurang 1000 Kepala Keluarga dan telah menempati pemukiman Patokan lebih kurang 13 tahun yang lalu. “kita akan mencari waktu untuk turun ke pemukiman agar kita dapat segera mengupayakan kepemilikan KTP dan KK bagi warga tersebut”, terang camat Tujuh Koto yang didampingi Kepala Desa Tanjung.

Pengakuan salah seorang warga Patokan bahwa ada seseorang yang mengaku sebagai Kepala Desa Rantau jaya Persiapan inisial Hurbo bersama kroninya telah memungut uang dari masyarakat untuk biaya surat kepemilikan tanah. Terkait laporan warga tersebut LSM Mawar Indonesia akan mencari tahu kebenaran informasi tersebut. “Kita akan mencari tau kebenaran berita ini, jika hal ini benar dan kita mendapatkan bukti, maka kita akan laporkan dan minta aparat mengusut tuntas kasus penipuan ini”, Jelas Martin.

Lanjut Martin, “Saya juga minta kepada pemerintah kecamatan dan Aparat agar membubarkan yang selama ini mengatasnamakan Desa Rantau Persiapan, jika Ilegal segera bubarkan….!”, tegas Martin.

Saat awak media mencoba menghubungi Hurbo melalui telpon genggamnya, Hp tersebut tidak aktif. Dan mencoba menghubungi salah satu kroninya Si Juntak, HP tersebut diangkat dan langsung dimatikan. (Martin/ Srg).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *