Oknum Ormas Inisial ‘JS’ Lakukan Tindakan Kekerasan Kepada Jurnalis Media Online di Batam

DNews, Pekanbaru – Kasus kekerasan terhadap insan pers terulang kembali. Kali ini menimpa seorang jurnalis media online Kabiro Media Online Fokus krimina, bernama Erwinsyah, di Kampung Bukit, Kelurahan Tanjung Bukit, Kecamatan Sekupang kota Batam, Minggu (2/08/2020).

Erwinsyah dianiaya oleh seorang oknum Ketua DPC salah satu organisasi kemasyarakatan (Ormas) di Batam, Aksi pemukulan ini berawal saat Erwinsyah mengunjungi kediaman JS (Red/Pelaku), karena merasa terusik didatangi wartawan, secara spontan oknum tersebut melayangkan pukulan sambil  mengatakan ” Jangan Bangunankan Singa Tidur ” hingga korban babak belur. Kejadian tersebut sempat dilerai sejumlah warga sekitar, namun oknum tersebut tidak mau peduli dan tidak mau melepaskan cekikan pada leher korban hingga tokoh masyarakat datang melerai.

Atas kejadian tersebut, Erwinsyah mengalami luka lebam di pelipis mata kanan dan melaporkan kejadian yang dialaminya ke Pihak Kepolisian Sektor (Polsek) Sekupang dengan bukti surat laporan Nomor : LP/112/VIII/2020/KEPRI/BRP/ SKP tentang pengaduan tindak pidana penganiayaan.

Dari pengungkapan Erwinsyah, dirinya ketika membuat laporan ke Polsek Sekupang, sempat dihadang oleh sejumlah anggota ormas yang didampingi ketum ormas tersebut. Dan setelah laporan dibuat, JS (Red/Pelaku) tidak terima dan melakukan pengancaman terhadap Erwinsyah.

Terkait kejadian ini Pimpinan Redaksi (Pemred) Fokus kriminal Media Online, Ismail Sarlata bersama Wapemred Habiburrahman merasa sangat geram atas penganiayan dan premanisme terhadap wartawan yang dilakukan oleh oknum Ormas tersebut. “Kami minta kepada pihak Kepolisian setempat bisa mengusut kasus ini hingga tuntas, dan kami akan kawal kasus ini sampai tuntas. Pelakunya harus ditangkap,” tegas Ismail Sarlata.

Sementara itu, Pimpinan Umum Fokuskriminal.com, DR. Yudi Krismen US, SH.MH selaku Pakar Hukum Ahli Pidana menegaskan, mengutuk keras aksi kekerasan terhadap wartawan di Batam. Atas peristiwa itu, ia meminta kepada aparat Kepolisian untuk segera melakukan penangkapan terhadap pelaku kekerasan terhadap wartawan. “Ini patut diduga ada upaya pembunuhan terhadap wartawan. kerna pelaku sempat mengatakan pada korban akan menghabisi dan mencincang-cincang korban. Itu penganiayaan berat. Kami meminta Polsek Sekupang segera menangkap pelakunya,” ujarnya. DR. Yudi Krismen US, SH.MH menjelaskan, “bahwa dalam melaksanakan tugasnya wartawan dilindungi hukum yakni UU No 40 Tahun 1999. Untuk itu ia meminta kepada pihak kepolisian agar segera mengungkap kasus penganiayaan itu hingga tuntas”. tegasnya.

Ketika AKP Yudi Arvian, SH., Sik dikomfirmasi media Diamond News mengatakan, “Benar ada laporan kekerasan terhadap wartawan, kita menunggu hasil surat visum saja dan bahkan si pelakunya kemarin kita panggil ke Polsek. Sejauh ini pelaku masih proaktif mengadiri panggilan dari polsek, setelah ada surat visum si korban baru si pelaku penganiaya wartawan kita proses. Kalau belum ada hasil visumnya kita belum berani penjarakan pelaku karena takut nanti nya kita di tuntut balik”, ujar AKP Yudi Arvian, SH., Sik pada tanggal 5/8/2020. (Agung/ Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *