Kedua Orang Tua Meniggal Nasib Egidia Terkatung – Katung Hidup Sebatang Kara

diamondworld.co.id Deli Serdang – Malang tak dapat ditolak, dilema seorang anak gadis belia bernama Egidia Salsalina Sembiring. Kenyataan pahit harus diterimanya hidup sebatang kara setelah kedua orang tua meninggal dunia. Sang ayah meninggal pada bulan Juni 2020 disusul oleh Ibundanya seorang Guru SMPS YP Awal Karya Pembangunan meninggal pada bulan Juli 2020. Gadis belia yang ditinggal kedua orang tua tersebut tinggal di Lingkungan VI Kelurahan Galang Kota Kecamatan Galang Kabupaten Deli Serdang Sumatra Utara.

Bertahan hidup memperjuangkan nasibnya, akhirnya gadis belia ini ditemani oleh bibinya datang ke Disdikpora Kab. Deli Serdang untuk meminta gaji ke 13 ibunya yang seharusnya telah diterima pada bulan Juli lalu dan santunan sosial. Setelah tiba di Disdikpora Kab. Deli Serdang Egidea bertemu dengan Bendahara Disdikpora saudari Endang, namun jawaban yang didapat bahwa gaji ke 13 Ibunya sudah diputus, sementara Ibunya Risma Sari meninggal pada bulan Juli 2020 tersebut dimana semestinya masih berhak menerima gaji ke 13. Pulang dengan langkah hampa ia menceritakan kejadian yang dialaminya kepada awak media Diamond News terkait masalah yang dihadapinya.

Dendahara Disdikpora Endang saat dikomfirmasi mengatakan, “Gaji ke 13 ibu Risma Sari sudah diputus dan tak dapat diterimanya”. saat ditanyakan terkait waktu meninggalnya pada bulan Juli 2020, Endang menjawab, “Bahwa gaji ke 13 sudah diterima oleh adik almarhum Risma Sari”, ucapnya.

Menelusuri dari keterangan Bendahara tersebut dimana gaji ke 13 telah diterima oleh adik almarhum dan bukan anak kandung maka menyisakan pertanyaan bagi Egidea. Apakah adik almarhum lebih berhak dari pada anak kandung ? Dan mengapa pihak Disdikpora memberikan gaji ke 13 almarhum Risma Sari kepada adiknya tanpa diketahui oleh anak kandung almarhum ? (Sihar S)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *