PD PPM Kepri Gelar Rapat Pleno Diperluas, Supandi “PPM Hanya Satu”

Diamondworld.co.id Batam – Pimpinan Daerah Pemuda Panca Marga (PD-PM) Provinsi Kepulauan Riau melaksanakan kegiatan Rapat Pleno Diperluas di kota Batam guna menyatukan visi organisasi. Kegiatan tersebut dilaksanakan di lantai 2 Hotel 89 Batam pada Minggu, (30/8/2020) yang diikuti oleh seluruh Pimpinan Cabang Pemuda Panca Marga (PC-PPM) Kabupaten / Kota se Kepulauan Riau.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut diantaranya, Ketua Pimpinan Daerah PPM Provinsi Kepri, Supandi AR, Plt. Ketua PD PPM Kepri, M Al Ichsan, mantan Ketua LVRI Kepri, Elias Wynand Papilaya, Asisten III Pemko Batam, Heriman, perwakilan Kesbangpol dan seluruh pengurus Pimpinan Cabang Kota / Kabupaten se Kepri. Ketua Pimpinan Daerah PPM Provinsi Kepri, Supandi AR mengatakan bahwa sesuai amanah organisasi pihaknya melaksanakan Rapat Pleno Diperluas yang bertujuan untuk menentukan sikap terkait adanya pihak lain yang mengklaim dan mengaku mengatasnamakan Pemuda Panca Marga.

“Intinya melalui rapat ini kita mengharapkan PPM itu cuma ada satu, bukan dua,” ungkap Supandi kepada awak media disela-sela kegiatan tersebut.

Dijelaskannya, berdasarkan hasil Musyawarah Nasional ke X yang dilaksanakan di Jakarta pada tanggal 6 – 7 September 2019, di dalam munas tersebut menetapkan Samsudin Siregar sebagai Ketua Umum PPM menggantikan Haji Lulung. “Nah, artinya apa, kalau ada Munas ke X berarti ada juga munas pertama sampai munas ke IX. Munas itu merupakan bagian dari organisasi yang telah diatur Undang – Undang melalui anggaran dasar dan anggaran rumah tangga organisasi, serta mempedomani UU Ormas yang telah ditetapkan oleh pemerintah. Jadi bukan ecek-ecek munas itu,” tegasnya.

Lanjutnya, “atas dasar UU Ormas itulah perlu kita garis bawahi, bahwasannya setiap organisasi apapun yang berada di negara Indonesia, tidak boleh ikut campur dengan organisasi lainnya. Apalagi organisasi tersebut telah mempunyai hukum tetap yakni SK Menkumham Republik Indonesia. Jadi, mau apapun organisasinya baik dari Pemerintah, Polisi ataupun Veteran, sesuai dengan UU Ormas itu tidak boleh ikut campur,” tegas Supandi.

Masih menurut Supandi, “PPM sudah hadir di Indonesia sejak 39 tahun yang lalu tepatnya pada tahun 1982. PPM hadir sebagai harmonisasi berdasarkan aturan menjalankan organisasi ini. Sejak saat itu PPM terus mengawal Pacasila dan meneruskan cita-cita perjuangan pejuang kemerdekaan Republik Indonesia sampai dengan sekarang. Namun, kenapa sekarang ini tiba-tiba ada pihak lain yang juga mengklaim anak dari pejuang veteran yang bertujuan untuk memecah belah PPM. Apa dasarnya? Apakah dia mempunyai SKEP Veteran anak pejuang? Kalau ada, tunjukkan SKEP Veteran aslinya,” ucap Supandi tegas.

Supandi meminta kepada pihak lain yang mengatasnamakan PPM, agar jangan menabrak – nabrak organisasi yang tujuannya untuk memecah belah PPM. Pihaknya dalam hal ini juga mengakui bahwasannya Legiun Veteran Republik Indonesia (LVRI) adalah merupakan Historys Biologis dari PPM. “Jadi saya tegaskan lagi disini, PPM itu hanya ada satu, yakni PPM yang memiliki SK Menkumham Republik Indonesia yakni PPM dibawah Ketua Umum Samsudin Siregar,” tutupnya. (Agung)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *