Prof. DR. Elza Syarif, SH.MH., Tidak Hadir Sebagai Saksi Pemeriksaan Kedua,Tim GAAS Layangkan Surat Dan Mengajukan Saksi Fakta Dan Ahli Bahasa Ke Polres Jakarta Selatan

Diamondworld.co.id Jakarta – Tim Gerakan Advokat dan AktiviS (GAAS) mendatangi kantor Polres Jakarta Selatan untuk melayangkan surat terkait tidak hadirnya Prof. DR. Elza Syarief, SH, MH dikarenakan sakit, dalam pemeriksaan kedua di Polres Jakarta Selatan kasus pencemaran nama baik. Ketua Umum GAAS, Rudy Silfa, SH, mengatakan, kedatangannya juga sekaligus untuk mengajukan 2 orang ahli bahasa dan 6 orang saksi fakta yang mengetahui kejadian saat Elza Syarief melakukan wawancara didepan awak media.

“Hari ini penyidik welcome dengan permintaan kami. Yang jelas, klien kami tidak pernah menyebutkan seseorang dalam wawancara tersebut,” ujar Rudy.

Dalam kesempatan tersebut, Lusi Darmawati, SH, Wakil Ketua Umum GAAS mengatakan, dari keterangan saksi fakta yang sudah kami siapkan, paling tidak saksi ini dulu diperiksa sebelum masuk ke tingkat penyidikan. Sementara untuk pengajuan 2 orang keterangan ahli bahasa dimaksudkan untuk menafsirkan apa yang dikatakan Elza apakah benar atau tidak.

“Setiap advokat mempunyai hak imunitas untuk menyampaikan terkait kasus yang sedang ditanganinya. Kami juga tidak mengerti sasarannya untuk siapa, tetapi kami bersyukur karena permintaan kami agar penyelidikan dilakukan tuntas dulu sebelum ke penyidikan,” jelasnya.

Sementara itu, Wakil Ketua Dewan Pembina DPP GAAS Yasen, SH, menilai kasus ini terlalu prematur karena belum diketahui lebih dalam lagi dan belum menyentuh sumber yang sebenarnya. Selain itu terlalu cepat juga masuk ke tingkat penyidikan.

“Kami juga merupakan deretan penegak hukum yang tentunya punya kode etik. Jadi terlalu dini juga untuk dilaporkan, seharusnya diseleksi dulu ke dewan kehormatan apakah benar melanggar kode etik atau tidak. Jika melanggar kode etik maka dewan kehormatan juga akan memberikan sanksi,” pungkasnya. (Red)

Tinggalkan Balasan