Tim Kuasa Hukum Jerry Lawalata Melakukan Eksepsi Di Pengadilan Negeri Jakarta Utara

Diamondworld.co.id Jakarta – Sidang dakwaan dan eksepsi perkara tindak pidana penyalah gunaan Narkoba dengan terdakwa James Raymond Lawalata Alias Jerry Lawalata dengan surat dakwaan Jaksa Penuntut Umum No.Reg.Perkara:PDM-547/JAKTUT/2020 tanggal 19 Oktober 2020 dengan Pasal yang di dakwakan pasal 112 ayat 1 dan Pasal 127 ayat 1 huruf a UU No 35 Tahun 2009 tentang Narkotika, di gelar di Pengadilan Negeri Jakarta Utara ruang sidang Oemar Seno Adjie, Senin (02/11/2020).

Dalam Nota Keberatannya (Exeptie) Kuasa Hukum dari Meta Chatul Cholid, SH., Indra Setiawan Sembiring, SH., Luky Sunarya. SH. dan Ir Burhanuddin, Menjelaskan:

  1. Menerangkan Bahwa Pada Hari Jumat 12 Juni 2020 Saksi Chandra Briliyan, Saksi Edisaon manabun, Saksi Jumadi melakukan Penangkapan terhadap terdakwa karena tanpa hak memiliki, menyimpan atau menguasai narkotika jenis Sabu sebagai alat bukti yang ditemukan atau di jadikan alat bukti adalah berupa 1 buah alat hisap pipet kaca/bong alat hisap bekas pakek, dan alat hisap pipet kaca berbentuk jangklong tersebut di timbang di laboratorium kriminalistik badan reserse kriminal polri no. lab: 3204/BANG/2020 tanggal 23 Juni 2020 dan di beri no bukti 1415/2020/PF dan sebagai alat bukti adalah sisa sabu atau kerak sabu bekas pakek yang ada di dalam alat hisap pipet kaca dengan berat 0,00005 gram/ netto dan tidak tertulis Di BAP.
  2. Bahwa terdakwa tidak di temukan atau kedapatan menyimpan adanya objek/ fisik Sabu, baik di badan atau di rumah sebagai dasar penangkapan dan penahanan
  3. Bahwa terdakwa di tangkap dan ditahan tidak tertangkap tangan tidak saat mengunakan atau tidak saat mengkomsumsi sabu.
  4. Bahwa terdakwa tidak ketangkap tangan dan tidak bertransaksi dan terdakwa bukan sebagai target dan bukan sebagai DPO.
  5. Bahwa terdakwa di tangkap tidak ada surat penangkapan dan tidak ada saksi dari RT RW atau Warga setempat.
  6. Bahwa terdakwa keberatan bahwa penangkapanya tidak sesuai prosedur dan dipaksakan . karna tidak ada surat perintah penangkapan dan penahanan atas terdakwa dan surat penangkapan dan penahanan di terbitkan dan di berikan kepada terdakwa sesudah 3 hari terdakwa di tahan penyidik dan di jadikan tersangka.
  7. Bahwa terdakwa di tangkap tidak ada barang bukti fisik atau sabu dan tidak cukup bukti. Untuk di tangkap atau di tahan
  8. Bahwa terdakwa di paksakan di tangkap dengan berbagai macam bukti yang dimaksud pipet, alat hisap, korek, plastic koson , sedotan dan botol fanta kosong, dipaksakan supaya menjadi sebagai alat bukti penangkapan atau agar terpenuhi sebagai 3 alat bukti untuk di jadikan terdakwa sebagai tersangka.
  9. Bahwa terdakwa dan Kuasa hukum tidak di perkenankan Penyidik untuk mendapatkan Salinan BAP/Berita acara pemeriksaan ,walaupun sudah di minta dengan Hormat dan hingga saat ini terdakwa dan kuasa hukum belum mendapat kan BAP dan mengetahui isi dan salinan BAP.

” Tim Kuasa hukum merasa keberatan atas penahaan yang di kakukan oleh kepolisain karena saat ini Jery di tahan berbarengan dengan teman-teman tahan yang lain, jelas ini tidak pantas.”

“Di ketahui bahwa Jeri Lawalata saat ini di tahan di Polres Jakarta Utara. Sementara Lucky Sunarya SH menjelaskan, “Terkait Pasal 112 /127 UU Narkotika No 35 Tahun seharusnya direhabilitasi, pasal 122 terkait masalah Barang Bukti berupa Sabu, itu pun tidak sesuai apa yang didakwaan jadi ada sesuatu wewenang dari penyidik. yang mana 127 itu harus di rehabilitasi dikarena sebagai Pengguna, jad bukan untuk ditahan tapi direhabilitasi” tutur Lucky yang juga ditambahkan Meta mengatakan.

“Intinya penyalah gunaan narkotika semuanya wajib di rehabilitasi, karna pengguna untuk diri sendiri bukan bentuk kriminal, jadi yang jelas Pengguna itu Orang yang sakit, yang wajib di obati dengan layak secara medis” ujar Meta yang hadir bersama 4 Tim Kuasa Hukum Family Law Firms & Tidar Partners. serta dari Keluarga Jerry Lawalata yang didampingi Kuasa Hukum Family Law Firms & Partners di Pengadilan Negri Jakarta Utara. (S ERFAN NURALI)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *