Kapolsek Batu Aji Telah Melakukan Gelar Perkara Pidana Pencabulan Dan Tetapkan Tersangka Pelaku Oknum Pemuka Agama

Diamondworld.co.id Batam – Pencabulan yang diduga dilakukan oleh salah satu oknum pemuka agama di tanjung uncang, yang sedang ramai di perbincangkan di media sosial akhir-akhir ini, sudah sampai pada tahap gelar perkara dan penetapan tersangka.

Oknum Pemuka Agama yang berdomisili di tanjung uncang tersebut, NP (38), resmi ditetapkan menjadi tersangka atas dugaan pencabulan terhadap anak dibawah umur, sebut saja Bunga (15). Bukti visum et repertum menjurus perbuatan pelaku yang mencabuli korban dibawah umur tersebut.

Menurut penyidik pembantu yang menangani perkara tersebut menyampaikan kepada media, bahwa tahap-tahap penyelidikan terhadap suatu peristiwa pidana yang menyangkut peristiwa dugaan tindak pidana pencabulan tersebut, sudah dilakukan mulai dari tahap penerimaan laporan polisi, melengkapi adimistrasi penyelidikan dan penyidikan, permintaan VER, pemeriksaan saksi-saksi hingga gelar perkara sudah dilaksanakan.

“tahap demi tahap penyelidikan kami laksanakan untuk menangani perkara tersebut, sehingga kami bisa menyimpulkan apakah terduga tersebut, layak untuk dinaikkan statusnya sebagai tersangka atau tidak”, ungkap penyidik pembantu.

Sebelumnya Ibu kandung korban ES (44), melaporkan kejadian yang menimpa korban ke Polsek Batuaji pada hari senin tanggal 26 Oktober 2020 yang diterima oleh unit SPK Polsek Batuaji. ES menceritakan kronologis kejadian bahwa pada hari minggu tanggal 25 oktober 2020 mengetahui bahwa anaknya telah menjadi korban pencabulan berawal dari adanya isu atau gosip yang beredar di tempat tinggal korban. Kemudian ER menanyakan langsung kepada korban dan korban bercerita bahwa sejak bulan Januari 2020 hingga bulan Juni 2020 terduga pelaku NP telah mencabuli korban. Setelah mendengar cerita tersebut, Ibu korban pun merasa tidak senang dan melaporkan peristiwa tersebut ke Polsek Batuaji.

Kemudian Kanit Reskrim Iptu Thetio Nardiyanto, S.H menuturkan bahwa setelah dilakukan pemeriksaan saksi-saksi, permintaan visum et repertum dan gelar perkara barulah terduga pelaku pencabulan tersebut bisa ditetapkan sebagai tersangka. Namun saat akan dilakukan penangkapan, terduga pelaku sudah tidak tinggal dikediaman yang selama ini ditempati oleh terduga pelaku.

“tidak kita beda-bedakan penanganan perkaranya, semuanya sama perlakuannya baik terhadap korban maupun terduga pelaku sama-sama mempunyai hak yang sama dimata hukum, kami tetap proses sesuai ketentuan” tutur beliau.

‘Karena kejadiannya sudah lama yakni bulan Januari hingga Juni 2020, tentunya kami lakukan penyelidikan dulu, mengumpulkan bukti-bukti, melakukan pemeriksaan saksi-saksi, melakukan visum et repertum dan terakhir melakukan gelar perkara. Tidak serta merta seseorang kami jadikan tersangka jika belum memenuhi alat bukti yang cukup, apalagi kejadiannya sudah lama dan menurut informasi beberapa waktu yang lalu sudah ada pertemuan-pertemuan antara pihak korban dan terduga pelaku” tambah beliau.

Saat media melakukan konfirmasi kepada Kapolsek Batuaji Kompol Jun Chaidir, beliau menyampaikan bahwa penanganan dugaan perkara tindak pidana pencabulan tersebut sudah dilakukan secara profesional dan proporsional.

“kami sangat menyayangkan jika ada berita maupun komentar yang beredar bahwa Polsek Batuaji tidak serius menangani permasalahan ini, kami berharap untuk mengkonfirmasi dulu baru bisa komentar lebih jauh tentang penanganan perkara dugaan pencabulan ini” terang beliau (Red/ Agung)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *