Hari Pertama Setelah Cuti, Rudi Sidak Proyek Pembangunan BP Batam

Batam| – Ex Officio Kepala BP Batam Muhammad Rudi kembali bertugas setelah menjalankan masa cuti atas pencalonan dirinya untuk maju kembali sebagai Walikota Batam Senin 7 Desember 2020.

Hari pertama kembali bertugas HM Rudi melakukan inspeksi mendadak (Sidak) ke sejumlah proyek pembangunan BP Batam. Hal tersebut didampingi oleh sejumlah pejabat BP Batam.

Adapun proyek yang di Sidak diantaranya : Pembangunan jalan simpang Batu Ampar (Tahap 1),
Pembangunan perbaikan dermaga selatan pelabuhan Batu Ampar.
Peninjauan pembangunan jalan kolektor dari Bundaran Madani menuju Bengkong Sadai (Tahap 1).
Rudi menyampaikan kepada media, “Hari ini kita keliling, saya membawa seluruh direktur dan para pejabat pelaksana pengguna anggaran. Saya ingin mengecek Realisasi anggaran tahun 2020 sebetulnya, pertama proyek-proyek besar ini, proyek jalan di Batu Ampar baru dikontrak, mudah-mudahan 6 bulan kedepan bisa terselesaikan,” tuturnya.

Rudi menjelaskan bahewa saat ini pihaknya berusaha mengembangkan Ekonomi Batam. Pengembangan ekonomi dengan cara mengembangkan periwisata dan menjaga industri yang ada di Kota Batam.

“Kita lagi berusaha bagaimana mengembangkan pertumbuhan ekonomi, industri tetap kita jaga. Wisata kan harus kita kembangkan juga,” ucapnya.

Rudi menjelaskan pendapatan kota Batam hampir seperlimanya adalah hasil dari Pariwisata. “Setelah kita baca data BPS, hampir seperlima peyumbang pertumbuhan ekonomi adalah dari wisata seperti restoran, perhotelan. Hampir 20 triliun dari jumlah yang mencapai hampir 100 triliun,” jelasnya Rudi.

Pelebaran jalan akan kembali kita bangun, banyak masyarakat protes, salah satu jalan menuju Bengkong Laut. Jalan menuju wisata kuliner Golden Prown yang sering macet. “saya minta BP Batam segera bangun, supaya jalur ini bisa menuju kesana. Bukan ada urusan dengan Golden Prow ya, nanti salah tafsir pula,” jelasnya.

Total panjang jalan yang bangun BP Batam sekitar 8,5 antara lain jalan diwilayah Kabil 5 KM, di jalan Bundaran Madani menuju Ocarina 1,5 KM, dan di jalan keluar Pelabuhan Batu Ampar 2 KM.

“Kita sedang melakukan lobi-lobi yang punya UWTO nya sudah berjalan diatas 20 tahun, dan 10 tahun mau habis. Saya sudah sampaikan kepada pak Irman dan pak Ilham sebagai deputi dan direktur lahan untuk mengundang, mau tak mereka memberikan uangnya didepan. Uangnya akan kita gunakan untuk membuka jalan akses di depan mereka sendiri, artinya jika ini bisa kita lakukan dan laksanakan, maka jalannya akan cepat selesai, karna berharap dari pendapatan BP Batam sendiri tidak akan bisa, maka cara salah – satunya ya harus itu,” tutup Rudi. (Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *