5 Anggota Satpam Terlibat Pemukulan Vokalis Band Tiffani Club

Jakarta | diamondworld.co.id – Kapolsek Pondok Gede Kompol.Jimmy Marthin Simanjuntak, S.I.K. Melakukan Konfrensi Pres yang Menerangkan Kronologi Pemukulan yang dilakukan oleh 5 anggota Satpam Tiffany Club  Bertempat dihalaman Mapolsek Pondok Gede, Bekasi.bKamis (17/12/2020).

Dalam Konferensi Presnya Kapolsek Pondok Gede Kompol. Jimmy Marthin Simanjuntak. S.I.K. Menceritakan Kronologi kejadiannya, “Pada hari Minggu tanggal 06 Desember 2020 pada pukul 00.20 WIB di halaman parkir Tiffany Club yang beralamat Jln. Alternatif Cibubur RT/RW: 002/009 Jatisempurna, Kota Bekasi, yang dilakukan oleh 5 Anggota satuan pengamanan (SATPAM) dengan inisial Fridolin Moni alias Dolin, Yoram Erison Subu alias Eri Bin Ishak, Dancenius Nobrihas alias Dance, Frangki Peraira alias Frangki dan Paulus Nyongky Andrimon Nope dengan korban Rangga Handakan yang mana antara korban dan tersangka adalah teman ditempat kerja yang sama yaitu Tiffany Club.

Kemudian pada saat korban sedang mengisi acara di Club tersebut yaitu bernyanyi diatas sound system yang mana korban menginjak sound system tersebut, tiba-tiba korban ditegur oleh tersangka berinisial Yoram Erison Subu alias Eri dan memberitahukan bahwa sound system tersebut tidak boleh diinjak di karenakan takut rusak, namun korban tidak memperdulikan dan tetap bernyanyi diatas sound system tersebut setelah acara selesai, korban berserta tim bandnya bergegas keluar Tiffany Club dan menuju halaman parkir untuk segera pulang, namun tiba-tiba kelima tersangka menghadang korban dan temannya kemudian terjadilah cek-cok yang mana Tersangka langsung mengeroyok korban berserta teman bandnya hingga korban cedera luka” Ungkap Kapolsek Pondok Gede.

Berdasarkan pemukalan tersebut kelima tersangka di laporkan oleh korban ke Polsek Pondok Gede maka Polisi menetapkan Perkara Pengeroyokan tersebut dengan Pasal 170 KUHP dan sesuai laporan polisi: LP/1710-PG/K/XII/2020/ Restro Bekasi Kota, tanggal 06 Desember 2020.

Kompol. Jimmy Marthin Simanjuntak. S.I.K. Menambahkan “Bahwa Berdasarkan keterangan saksi dan tersangka, dan hasil Visum  terhadap perbuatan tersangka maka para tersangka dikenakan Pasal 170 KUHP, dengan ancaman pidana maksimal 5 tahun 6 bulan” Pungkasnya. (S Erfan N)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *