Masyarakat Muara Siau Merangin Kecewa, Banyak Yang Tidak Dapat Lagi Bantuan Sosial KPM Terdampak Covid-19

Merangin | diamondworld.co.id – Viral di beberapa postingan media sosial membicarakan tentang kekecewaan masyarakat dari sebagian KPM (Keluarga Penerima Manfaat) Bantuan Sosial entah itu dari PKH, BSP Sembako atau BST Covid 19, selama ini mereka menikmati bantuan tersebut tiba – tiba Zonk, alias bantuan sosialnya tidak lagi mereka dapatkan (14/1/2021).

Salah satu dari anggota PPDI (Persatuan Perangkat Desa Indonesia) inisial “R” menyampaikan melalui whatsapp grup PPDI Kecamatan Muara Siau 13/1/2021 sekira pukul 16:30 wib, “Inilah sebuah konsekuensi logis dari sebuah perbaikan data. Data yang selama ini ada sedang dalam proses perbaikan”.

Adapun data – data yang diperbaiki itu meliputi :

1. Ganda dalam keluarga
2. Ganda identik tidak terpilih
3. Ganda tidak identik tidak terpilih
4. KKS tidak terdistribusi
5. Nonaktif finalisasi DTKS
6. Nonaktif finalisasi BJS
7. Nonaktif finalisasi BST
8. Nonaktif finalisasi dukcapil
9. PKH Graduasi
10. Tidak transaksi (flat)
11. KPM dengan ID BDT ganda
12. KPM yang tidak memiliki ID BDT
13. KPM dengan NIK 15 digit
14. KPM dengan NIK anomali
15. KPM dengan NIK ganda
16. KPM dengan NIK sama dengan ID BDT
17. KPM dengan NIK sama dengan Nomor Peserta
18. KPM dengan NIK sama dengan nomor Kartu Keluarga
19. KPM dengan Nomor Rekening Ganda

Jadi, selama proses perbaikan dilakukan tentu akan menimbulkan dampak tidak disalurkannya bantuan sosial kepada masyarakat yang namanya masuk dalam daftar perbaikan tersebut.

Pertanyaannya, apakah setelah datanya diperbaiki keluarga tersebut masih bisa mendapatkan bantuan sosial yang selama ini mereka terima?

“Jawabannya bisa iya, bisa tidak”. Jika data keluarga tersebut ternyata memang menunjukkan bahwa keluarga tersebut layak mendapat bantuan sosial tentunya keluarga tersebut masih mendapatkan bantuan sosial itu lagi. Namun sebaliknya, jika ternyata data yang sudah diperbaiki menunjukkan bahwa keluarga tersebut sudah tidak layak mendapat bantuan sosial maka bantuan sosialnya akan dihentikan.

Sebagai gantinya, bisa jadi keluarga miskin yang selama ini belum pernah merasakan manfaat dari bantuan sosial akan mendapatkan bantuan sosial dari Pemerintah.

Inilah sebuah konsekuensi dari sebuah perbaikan data. Masyarakat harus paham betapa pentingnya sebuah pemutakhiran data dalam keluarganya. Jangan sampai ada perubahan data dalam keluarganya tidak tercatat dalam sistem di Disdukcapil dan DTKS.

Baca Juga :
Buya Stafii Maarif Ucapkan Selamat, “Listyo Sigit Punya Hubungan Baik Semua Kalangan”

Mari kita sikapi dengan wajar proses perbaikan data ini. Tidak perlu marah – marah kepada petugas karena mereka hanya menjalankan tugas yang sudah menjadi tanggung jawabnya. Tidak ada keuntungan pribadi yang mereka dapatkan dengan proses ini karena bantuan sosial yang masyarakat terima itu pendistribusiannya langsung diberikan ke masyarakat baik melalui transfer rekening bank maupun kantor pos. Ungkap R

“Jadilah masyarakat yang cerdas demi tercapainya keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia”, Ungkapnya lagi.

Wartawan : Syargawi
Editor : Maulana
Sumber : PPDI Muara Siau

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *