Terprovokasi Untuk Menghambat Pembangunan Tiang SUTT PLN Batam, Warga Perum. Modena Nekat Tolak Wartawati Hingga Jatuh

BATAM | diamondworld.co.id – Kegiatan pemasangan tiang SUTT 150 KV yang sempat terhenti selama 7 tahun kembali dilaksanakan oleh kontraktor PLN Batam untuk penambahan daya arus listrik kebutuhan publik ke wilayah Kecamatan Nongsa dan sekitarnya (9/2/2021).

Disampaikan oleh kontraktor PLN Batam bahwa kegiatan pekerjaan yang di lakukan sudah sesuai dengan prosedur dan peraturan pemerintah dimana sudah di atur dalam perencanaan titik – titik kordinat tiang SUTT PLN Batam.

“Pekerjaan ini sudah di tunda selama 7 tahun karena masyarakat selalu diprovokasi untuk menghalangi pekerjaan disaat akan dilakukan kegiatan”, ungkap pekerja dilapangan.

Pantauan dilapangan pada Senin 9 Febuari 2021 tampak di lokasi Kontraktor akan melakukan kegiatan lanjutan pekerjaan, dan terlihat oknum RT di perumahan Modena bersama beberapa ibu – ibu warga bertetiak menolak kegiatan tersebut.

“kami minta pekerjaan di stop, kalau tidak saya akan minta warga turun semua menghentikan pekerjaan”, ancam Nunung RT Perumahan Modena di lokasi ROW Jalan milik BP Batam yang berjarak lebih kurang 150 meter dari lokasi perumahan Modena.

Aksi dari beberapa warga Modena tersebut membuat masyarakat Nongsa Gerah, sehingga masyarakat Nongsa di bawah organisasi GPMN yang diminta tidak melakukan aksi Demo oleh Polresta sebelumnya, turun melakukan perlawanan ke lokasi Perumahan Modena.

Hal tersebut menciptakan suasana tidak kondusif, bahkan warga perumahan Modena terprovokasi keras sehingga mendorong jatuh wartawati tim media yang meliput karena dianggap membela PLN Batam. Setelah dijelaskan bahwa Tim Wartawan ingin meliput, warga tersebut akhirnya memahami.

Seperti berita sebelumnya yang disampaikan oleh kuasa hukum PLN Batam Advokat Andi Kusuma SH, MKn, “pekerjaan ini terhambat sudah 7 tahun dan diminta harus diselesaikan. sebagai Lowyer PLN Batam yang baru bekerja sama dengan PLN Batam, saya diminta mendampingi pekerjaan”, ungkap Andi.

“Langkah awal saya sudah menanyakan ke Pengadilan terkait putusan provisi, dalam hal ini proses pengaduan masyarakat di pengadilan masih berjala, namun pengadilan tidak ada melarang PLN Batam untuk membangun. Untuk meyakinkan warga saya sudah mengajak perangkat dan tokoh masyarakat di perumahan yang akan dilakukan kegiatan. Secara prosedur kita sudah lakukan baik dengan surat pemberitahuan bahkan membuat pernyataan jika di pengadilan PLN dikalahkan, maka PLN akan bongkar tiang SUTT tersebut”, jelas Andi.

Baca juga :
Masyarakat Nongsa Desak PLN Batam Segara Bagun Tiang SUTT Penambahan Daya PLN di Nongsa

“Mengapa PLN Batam harus selesaikan pekerjaan segera? ini pekerjaan untuk kebutuhan publik, disisi lain ada masyarakat yang belum menikmati penerangan”, tutur Andi.

“Perlu diketahui oleh oknum yang memprovokasi terciptanya suasan tidak kondusif, apalagi pekerjaan pemerintah dapat di pidana. Jadi saya minta masyarakat jangan terptovokasi oleh oknum yang memamfaatkan untuk kepentingan pribadinya”, ucap Andi Kusuma.

Pada saat dilapangan tim media melihat ada aparat kepolisian, namun tidak ada tindakan tegas dari aparat kepada warga yang menghambat pekerjaan dengan memprovokasi warga bahkan berani menolak jatuh wartawati dilokasi.

Wartawan : HS / Dewi
Editor : Maulana

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *